Fakta Menarik dari Arthur Morgan Red Dead Redemption 2

Arthur Morgan merupakan karakter protagonis utama pada game Red Dead Redemption 2 yang berlatar tahun 1899. Pada game ini, berfokus pada alur cerita tentang kehidupan Arthur yakni seorang cowboy dan juga anggota geng Van der Linde. Arthur serta rekannya dituntut untuk bertahan serta melawan para geng, keamanan pemerintah hingga musuh bebuyutan lainnya. Game ini dianggap sebagai prekuel dari Red Dead Redemption sebelumnya yang menampilkan John Marston sang protagonis game tersebut.

Berbeda dari kebanyakan karakter di cerita Red Dead Redemption, Arthur hanya disebutkan di game Red Dead Redemption 2 saja. Karakter ini memang talahdikembangkan khusus umtuk game series kedua ini agar dapat memberikan para palayer lebih banyak wawasan mengenai geng Van der Linde serta karakter yang mereka sukai di game pertamanya.

Oleh karena itu, mungkin cukup banyak dari kita fakta menarik dari karakter Arthur di game Red Dead Redemption 2. Nah pada ulasan kali ini, kami telah merangkum berbagai fakta menarik dari sosok Arthur Red Dead Redemption 2. Tanpa berlama-lama lagi yuk kita simak ulasannya.

Dia Memiliki Seorang Putra Bernama Isaac
Arthur sendiri, memiliki keluarga kecil. Pqda masa mudanya, Arthur bertemu dengan seorang wanita bernama Eliza. Setelah hubungan asmara yang terbilang cukup singkat, mereka berdua dikaruniai putra yang diberi nama Isaac. Elizapun menyadari masa lalu Arthur sebagai seorang kriminal namaun dia masih menerima dukungannya. Arthur benar-benar akan datang dan tinggal bersama keluarganya tersebut pada beberapa bulan sekali. Namun, suatu hari ketika Arthur kembali ke rumah putranya, dia menemukan dua makam di luar rumahnya. Dia kemudian mengetahui jika Eliza serta Isac telah dibunuh para perampok. Tragedi ini mungkin menjelaskan mengapa Arthur bisa terlihat berkarakter keras dan dingin.

Menjadi Bandit yang Cukup Open Minded
Bagi seorang bandit di era 19-an, sosok dari Arthur ini cukup open minded, para penggemar Red Dead Redemption 2. Karakter tersebut tidak merasa bermasalah untuk bergaul dengan karakter lainnya dari latar belakang berbeda. Tidak seperti beberapa tokoh lain di game ini, perbedaan ras serta jenis kelamin nampaknya tidak mempengaruhi pendapat Arthur yang cukup Open-Minded dalam bergaul.

Geng Van der Linde sendiri merupakan geng yang terdiri dari pria kulit hitam yang dibebaskan dari perbudakan Lenny Summers, lalu ada Charles Smith seorang blasteran Indian, Bounty Hunter asal Meksiko bernama Javier Escuella, seorang pencuri keturunan Irlandia yaitu Sean MacGuire, dan janda pendendam bernama Sadie Adler. Geng Van der Linde juga memiliki anggota pendukung yang terdiri beberapa wanita tangguh, tetapi Arthur yang Open-Minded itu menganggap semua rekan-rekan yang berbeda latar belakang itu sederajat.

Hal seperti itu jarang terjadi di peradaban abad ke-19 yang masih tingginya paham rasisme. Namun karena prinsip: yang dibutuhkan di geng ini adalah setiap anggotanya mengikuti cita-cita Dutch dan dari mana anggotanya berasal tidaklah penting, tidak sulit untuk melihat paham positif itu menular pada pola pikir Arthur.